Jumat, 22 Mei 2015

KOMUNIKASI



Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan  orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non verbal.
Komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Beberapa definisi komunikasi: 
a.  Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh  pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi  (Astrid)
b. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G)
c. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981)
d. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W) 
E. Komunikasi  adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).
 
Tujuan Komunikasi :
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.     Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.     Mempengaruhi perilaku seseorang
3.     Mengungkapkan perasaan
4.     Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.     Berhubungan dengan orang lain
6.     Menyelesaian sebuah masalah
7.     Mencapai sebuah tujuan
8.     Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.     Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

Proses Komunikasi :
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut : Pengirim Pesan, Penerima Pesan, Pesan.

A. Pengirim Pesan :  orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
      Materi pesan dapat berupa :
a.       Informasi
b.      Ajakan
c.       Rencana kerja
d.      Pertanyaan dan sebagainya 

B. Simbol :  pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

C. Media : alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

D. Mengartikan Kode : setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

E. Penerima Pesan :  pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim

F. Balikan : isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

G. Gangguan : bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.
 
Komunikasi mempunyai  dasar sebagai berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, Libat.

Niat menyangkut :Apa yang akan disampaikan, siapa sasaran nya, Apa yang akan disampaikan, Kapan Akan Disampaikan.
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
Faktor obyektif   : merupakan rangsang yang kita terima
Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima   stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan  pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

Dasar Komunikasi :
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau  kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1.     Komunikasi verbal dengan kata-kata
2.     Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

1.     Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a.       Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b.      Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif  dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c.       Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan  secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya  bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d.      Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan  stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan  satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e.       Singkat dan jelas. Komunikasi  akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f.       Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang  bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

2.     Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a.       Ekspresi wajah  
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b.      Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi  atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan  bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c.       Sentuhan  adalah bentuk komunikasi personal  mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan  seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d.      Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e.       Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan  juga salah satu ungkapan  perasaan  dan pikiran  seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non verbal lainnya  sampai desis  atau suara  dapat menjadi pesan yang sangat  jelas.
f.       Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi  seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan  selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan  stress  bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress


Jumat, 08 Mei 2015

KONFLIK

KONFLIK

Konflik adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih yang dapat terjadi antar individu antar kelompok bahkan antar bangsa dan negara. Konflik merupakan pertemtangan , ketidak cocoan, ketidaksepakan. Konflik merupaka persepsi mengenai perdebaan kepentingan.  
Aspek yang perlu dipertimbangkan dalam mebahas konflik :
a. kapan seseorang menyadari telah terjadi konflik
b. tampilan di depan publik bahwa telah terjadi konflik
c. sering diikuti oleh munculnya sejumlah emosi negatif seperti marah, cemas dan panik.

Maka konflik merupakan campuran antara unsur :
objektif, subjektif, kaitan unsur objektif dan subjektif dari konflik

Konflik dalam organisasi
Konflik bisa muncul dalam sebuah organisasi dan sifatnya tidak selalu negatif. Konflik bisa dijadikan alasan untuk mengadakan perubahan dalam keorganisasian. 

Konflik memiliki tingkatan, yaitu :
a. intra prorangan (muncul dalam diri sendiri dengan pemikiran nya sendiri, mengalami tekanan dalam dirinya secara emosional)
b. antar perorangan (terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih, disebabkan adanya perbedaan sifat dan periilaku setiap orang dalam satu organisasi) 
c. antar kelompok (terjadi diantara unit-unit kelompok yang mengalami pertentangan dengan unit dari kelompok lain apabuka berlarut akan membuat kegiatan organisasi menjadi terkendala atau mengalami kesulitan)
d. antar keorganisasian (disebakan tidak cocokan suatu badan organisasi satu dengan yang lain nya) 

Konflik memiliki sebab yaitu :
a. persaingan terhadap sumber daya yang langka (berlomba dalam mendapatkan bagian dari alokasi sumber daya yang ada)
b. ketergantungan tugas (ada ketergantungan antara dua individu atau kelompok untuk mencapai kesuksesan dalam tugas)
c. kekaburan batas bidang kerja (bidang kerja yang tidak jelas dapat menimbulkan konflik)
d. kriteria kinerja yang tidak sesuai (bisa muncul apabila kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap sub unit yang berbeda)
e. perbedaan tujuan dan prioritas (terjadi apabila adanya ketidaksesuaian antar tujuan masing-masing)

Konflik memiliki situasi dalam Organisasi
Tipe sitauasi konflik :
a. konflik vertikal (antara atasan dan bawahan)
b. konflik horizontal (sesama karyawan atau kelompok)
c. konflik garis staff (terjadi antara staff pada bidang tertentu)
d. konflik peranan (terjadi bila komunikasi antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan) 

Fase konflik :
a. klasik (bisa muncul tapi sifatnya sementara dan harus diselesaikan pihak manajemen)
b. hubungan antar manusia (ada tapi bisa dihindari dan perlu diatasi)
c. kontemporer (hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan ornasisai dan merupakan kenyataan hidup yang harus dipahami bukan ditentang)

Manajemen konflik :
a. meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif dan efisien
b. perlu skala prioritas agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antar fungsi atau divisi dalam organisasi

Hal pokok dalam konflik :
a. berkaitan dengan perilaku terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu 
b. karena adanya dua persepsi yang berbeda
c. perilaku yang dilakukan secara sadar oleh salah satu pihak untuk menghalangi tujuan pihak lain

Metode penyelesaian konflik :
a. dominasi dan penekanan (bersifat penekanan otokratik ketaatan harus dilakukan oleh pihak yang kalah dan meredakan atau menenangkan akan lebih terasa diplomatis dalam upaya menekan dan meminimalkan ketidaksepahaman)
b. kompromi (jalan tengan bisa dengan cara pemisahan pihak yang konflik, arbitrasi atau peran orang ketiga sebagaipenengah, dan kembali kepada aturan yang berlaku)
c. pemecahan masalah integratif (konsensus atau sengaja dipertemukan untuk mencapai solusi, konfrontasi atau mengemukanan pandangan masing-masing secara langsung, dan penentu tujuan untuk menentukan tujuan akhir kedepan nya lebih tinggi lagi dengan kesepakaan bersama)